Para orangtua yang memiliki anak balita kerap dibuat pusing menghadapi anak yang susah makan. Salah satu faktor yang bisa menyebabkan anak susah makan, salah satunya adalah trauma.
Trauma seperti apa yang dimaksud?
Ada orang tua yang ingin asupan gizi anaknya baik, kemudian dikasih makan campuran ati, ikan, otak sapi, segala macam dicampur, karena yakin ini makanan paling sehat buat anak. Dan lupa untuk mencicipi, enak apa nggak ya rasanya? Ketika dirasakan anak makanan itu tidak enak dia (si anak) menjadi trauma dengan makanan.
Jadi, sebaiknya sebelum memberikan makanan pada enak dicicipi dulu, enak atau tidak (jangan main kasih saja)
Trauma lainnya, bisa juga disebabkan pada cara memberikan makan. ibu ataupun pengasuh anak terkadang tidak cukup memiliki kesabaran dalam memberikan makan pada anaknya. Akibatnya, seringkali anak dipaksa untuk membuka mulutnya dan menerima makanan yang disuapkan kepadanya.
"Mungkin saja, tanpa sepengetahuan ibu, pengasuh anak yang memberikan makan sedikit memaksa. Sehingga, ketika saat makan tiba si anak justru trauma karena pemaksaan itu.
Lalu bagaimana sebaiknya...????
BIASAKAN JAM MAKAN
Kadang orang tua menyerah dengan sikap anak yang susah makan. Ketika dalam keadaan seperti ini orang tua cenderung memberikan apa pun yang diinginkan anak, misalnya permen, cemilan, coklat, dll. Sehingga pada akhirnya makanan yang telah dimasak oleh sang ibu (tentunya yang lebih bergizi) tidak masuk ke mulut anak. Lalu bagaimana sebaiknya?
hal yang mudah untuk dilakukan adalah membiasakan jam makan kepada anak. Misalnya jika jam setengah 7 sudah waktunya sarapan, anak dikondisikan untuk sarapan.
cemilan boleh saja diberikan, antara waktu sarapan dan makan siang. hanya saja orang tua harus mempertimbangkan jumlahnya, jangan sampai berlebih sehingga ketika jam makan siang, anak tidak mau menyantap menu makan siangnya.
untuk orang tua SERING AJAK ANAK MAKAN BARENG YAA....
meskipun sepertinya sepele, makan bersama anggota keluarga merupakan hal paling menyenangkan bagi anak. Anda bisa melakukan saat sarapan ataupun makan malam. duduk bersama dengan anak sambil menikmati menu yang anda buat sendiri, tentunya akan meningkatkan keakraban antar anggota keluarga. Anda dan anak dapat saling bertukar pikiran mengenai makanan yang disukai dan tidak, dan andapun dapat memberikan pengertian kepada anak, pentingnya mengkonsumsi beraneka ragam makanan.
Untuk meningkatkan selera makan anak, orangtua bisa membuat variasi menu agar anak tidak bosan. Porsi makan untuk anak sebaiknya porsi kecil dan diberikan dalam waktu yang lebih sering dibandingkan dengan orang dewasa. Porsi kecil secara bertahap dapat menimbulkan selera anak. Demikian juga jika Si Kecil termasuk pemilih, orangtua jangan menyerah menghadapinya. Misalnya, jika anak tidak suka makan daging, tawari ia ikan atau berikan daging dalam jumlah sedikit bersama pizza, kroket, atau makanan lain. Jika Si Buyung selalu menolak sayur, gantilah dengan membuat sayur kukus dengan potongan steak sehingga anak bisa makan dengan menggunakan jarinya. Atau gantilah sayur dengan buah-buahan.
HARUS MENYENANGKAN
Agar acara makan menyenangkan buat anak, Anda juga bisa mengajaknya makan sambil bermain-main. Atau sesekali jangan memaksanya untuk makan, biarkan ia minta makan atas inisiatifnya sendiri. Banyak anak yang tidak pernah merasa lapar karena ia selalu dipaksa makan oleh orangtuanya, padahal ia belum merasa lapar. Menurut Mayke, seperti halnya orang dewasa, nafsu makan anak juga dipengaruhi suasana hatinya. Jika ia sedang merasa tidak bahagia, tertekan, atau tidak dicintai, bisa jadi selera makannya pun menurun.
Sumber:








Tidak ada komentar:
Posting Komentar